MAKNA PENGGUNAAN KATA “AKU” DAN “KAMI” DALAM AL-QUR’AN DARI SEGI
SEMANTIK
Kata “kami” dan “aku” dalam bahasa Indonesia merupakan kata
ganti atau pronomina. dan segi makna atau semantik. Makna kata “kami” dan “aku”
berdasarkan penggunaanya oleh Tuhan tentu berbeda dengan penggunaanya oleh
manusia, baik dari segi pengertian dan segi semantik. Dari beberapa sumber yang saya baca,
penggunaan kata “kami” dan “aku” berdasarkan pemahaman kita sebagai manusia
pengguna bahasa Indonesia digunakan sebagai kata ganti, sedangkan dari segi
semantiknya kata “kami” yang sering kita gunakan bermakna sebuah rasa bahasa
dengan nilai kesopanan. Dibawah ini saya jelaskan makna “Aku” dan “Kami” di
dalam Al-Qur’an:
1. Allah Swt menggunakan kata “Kami” di dalam
Al-Qu’an (dalam bahasa Arab adalah “Nahnu” )
Contoh ayatnya:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ
سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ
Artinya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal)
dari tanah." (Al Mu'minuun : Ayat 12, QS.23:12)
Kadang Allah Swt memaksudkan (dalam
Al-Qur'an) suatu penciptaan yang melibatkan oknum lain dalam penciptaan
tersebut sebagai proses, umumnya Allah Swt mengatakan "NAHNU (KAMI), dan
juga kadang Allah Swt menggunakan kata "Ana (Aku)" di ayat lainnya.
Maknanya, ketika Allah menciptakan manusia, ada unsur lain yang menjadi proses
penciptaannya. Yaitu adanya pertemuan ayah & ibu, bertemunya sperma &
sel telur. Karena ada proses inilah yang kemudian rahasia Al-Qur'an mengapa
Allah SWT menggunakan lafadz "Nahnu (Kami)".
2. Allah Swt menggunakan kata “(AKU)” di dalam
Al-Qur’an (dalam bahasa Arab adalah “Ana” )
Contoh
ayatnya:
خَلَقْتُ وَمَا الْجِنَّ
وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُون وَمَا
Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzaariyaat : Ayat 56)
Kata
“aku” dalam Al-Qur’an yang digunakan oleh Allah untuk menyatakan betapa
besarnya keagungan Allah sebagai pencipta yang memiliki seluruh alam, memiliki
seluruh sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh makhluk-Nya (disampaikan melalui
Asmaulhusna). Keagungan untuk disembah serta di-Esakan. Selain untuk menunjukan
dan menyatakan kebesaran-Nya, Allah menggunakan kata “aku” untuk menyampaikan
perintah secara langsung kepada makhluknya tanpa menggunakan perantara atau
tidak melibatkan makhluk-nya yang lain. Dapat kita pahami makna kata “aku”
dalam QS. Adz Dzaariyaat : Ayat 56 di atas menyatakan bahwa Allah memerintahkan
makhluknya jin dan manusia untuk menyembah-Nya. Hal ini jelas bahwa Allah
menunjukkan kekuasaan dan keagungan yang dimiliki-Nya.
Kesimpulannya yaitu
penggunaan kata “kami” dalam Al-Qur’an yaitu Allah menunjukkan bahwa ketika
Allah menciptakan manusia, ada unsur lain yang menjadi proses penciptaannya.
Yaitu adanya pertemuan ayah & ibu, bertemunya sperma & sel telur.
Karena ada proses inilah yang kemudian rahasia Al-Qur'an mengapa Allah Swt menggunakan
lafadz "Nahnu (Kami)". Dengan kata “aku” Allah menyatakan
keagungan-Nya melalui perintah langsung kepada makhluknya tanpa melalui
perantara atau melibatkan makhluknya, seperti perintah memohon ampun atau
bertobat kepada-Nya, mengungkapkan bahwa Dialah Tuhan satu-satunya, agar
menyembah kepada-Nya semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar